Catatan Jurnal Guru 15 April 2026
Gelar Aulia, S.Sos.
Ada hal-hal yang tidak cukup diajarkan hanya lewat penjelasan. Ia perlu dilihat langsung, dirasakan, lalu dipahami dengan cara masing-masing. Karena itu, dalam kegiatan kokurikuler ini, saya mengajak peserta didik keluar dari ruang kelas,mendekat pada kehidupan yang sebenarnya.
Melalui pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), peserta didik kelas VIII melakukan observasi terhadap keberagaman aktivitas ekonomi di lingkungan sekitar. Kegiatan ini bukan sekadar tugas, tetapi bagian dari upaya membaca realitas sosial secara lebih nyata.
Di lapangan, mereka mulai mengamati berbagai bentuk aktivitas ekonomi yang berlangsung. Dari proses jual beli, interaksi antarindividu, hingga cara-cara yang digunakan dalam menjalankan aktivitas tersebut. Hal-hal yang sebelumnya terlihat biasa, perlahan mulai mereka perhatikan dengan cara yang berbeda.
Saya teringat pada yang menyebut bahwa realitas sosial terbentuk melalui interaksi manusia. Di sini, peserta didik tidak hanya mempelajari konsep itu, tetapi menyaksikannya secara langsung. Mereka melihat bagaimana interaksi membentuk kebiasaan, dan bagaimana kebiasaan menjadi bagian dari kehidupan sosial.
Apa yang mereka temui menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi tidak bersifat seragam. Setiap bentuk aktivitas mencerminkan kondisi, kebiasaan, dan latar belakang yang berbeda. Hal ini sejalan dengan pemikiran bahwa kehidupan sosial dibentuk oleh fakta-fakta sosial yang memengaruhi cara individu bertindak.
Dari sini, peserta didik mulai memahami bahwa perbedaan bukan sesuatu yang harus dipertentangkan. Justru di situlah letak keberagaman yang perlu dipahami. Nilai berkebinekaan global tidak lagi menjadi konsep yang jauh, tetapi hadir dalam pengalaman yang mereka lihat sendiri.
Dalam prosesnya, mereka juga mulai memahami adanya komunikasi dan interaksi antarindividu dalam kehidupan sehari-hari. Meski sederhana, interaksi tersebut menunjukkan adanya proses saling menyesuaikan dan membangun hubungan sosial di tengah perbedaan.
Lebih dari itu, peserta didik mulai belajar untuk mempertimbangkan berbagai perspektif. Mereka tidak lagi melihat sesuatu hanya dari sudut pandang sendiri, tetapi mencoba memahami alasan di balik setiap tindakan yang mereka amati.
Kegiatan ini memang berakhir dengan sebuah makalah sebagai bentuk laporan. Namun, yang lebih penting adalah proses yang mereka jalani. Dari pengamatan sederhana, muncul pemahaman yang lebih dalam tentang kehidupan sosial.
Sebagai guru yang diam-diam belajar juga dari mereka saya tidak berharap semuanya langsung dipahami. Yang penting, mereka mulai melihat lebih dekat, mulai bertanya, dan perlahan mengerti. Dari situ, tumbuh kesadaran untuk lebih menghargai perbedaan dan menghormati setiap peran yang ada di sekitar mereka. Karena pada akhirnya, belajar bukan hanya soal memahami materi, tetapi juga tentang bagaimana melihat kehidupan dengan cara yang lebih manusiawi.
Komentar
Posting Komentar